Saturday, November 08, 2008

Pilpres

Hmm beberapa belakangan ini tersebar, sebuah selebaran yang menyatakan atau mendukung untuk memilih Guruh Sukarno Putra sebagai calon Presiden R.I 2009-2014. Bagi Anda yang ingin mengomentari atau mendukung silahkan mengirimkan:

1. scan KTP

2. tanda tangan

3. pernyataan menyetujui

4. alamat lengkap

5. nomor telepon yang dapat dihubungi....

Semua itu dikirim ke ficanoe@hotmail.com Ditunggu responnya yaa.....


Posted at 01:18 am by fic_cano - Make a comment  

Wednesday, August 27, 2008

Indonesian Night 2008

Fiuh, akhirnya setelah menunggu waktu sekitar dua minggu menuju tanggal 19 Agustus 2008, berangkat juga grup Kinarya Gencar Semarak Perkasa atau yang lebih dikenal dengan Kinarya GSP. Tujuan keberangkatan kali ini juga untuk memenuhi undangan KBRI di Phnom Penh, Kamboja, dengan tajuk Indonesian Night 2008. Menampilkan sejumlah tarian klasik tradisional Indonesia dan modern Indonesia dengan akar dar tarian klasik Indonesia.

Singkat cerita kami berangkat dari Jakarta dengan Singapore Airlines SQ 957 Jakarta-Singapore, keberangkatan pkl. 11.40 dan tiba di Singapore pkl. 14.15 dilanjutkan ke Phnom Penh dengan Silk Air MI 608 tujuan Phnom Penh pkl. 16.20. Total perjalanan dari Jakarta hingga Phnom Penh adalah 5 jam 30 menit dengan transit di Singapore (lumayan bo buat makan dan belanja!! he he).

Jujur ketika diberitahukan akan mendarat di Phnom Penh, saya langsung celingak celinguk liat di jendela pesawat, loh mana kotanya, mana bandaranya, mana suasana pinggiran bandara, kok yang ada malah tanah-tanah kosong atau hutan-hutan menjelang tandus. Hmmm jangan-jangan si airport benar-benar jauh di luar kota. Ya sudah pasrah aja (sambil membayangkan perjalanan lalu ke Pyong Yang, Korea Utara). Sesampai touch down, baru ngeh kalau sudah di Bandara Udara Internasional Phnom Penh. Ya ampun kecil banget seperti di Manado atau hmmm seperti di Yogya, tapi bedanya ini lebih sepi dan ada tulisan Khmer sebesar billboard yang naga-naganya juga gak ngerti.

Turun dari pesawat langsung deh motret-motret suasana bandara lengkap dengan pesawatnya. Sesampai gedung airport kami disambut oleh orang-orang KBRI, (aduh maaf lupa deh nama lengkap mereka) dimulai dari Pak Eko, Ibu Novi, Pak Ichwan, Pak Rwitomo, Pak Endang (cs nih secara sama-sama tukang dokumentasi) dan lainnya (maaf lagi gak disebut namanya satu persatu). Secara spontan kami digiring menuju VIP Room, uuh sejuknya ruangan berac dengan foto-foto black and white Angkor Wat, kami pun duduk manis, sambil masih plenga plengo ha ha ha oh ya lupa total rombongan kami 25 orang. Sudah duduk tenang, diberi cemilan snack dan minuman yesco susu kedelai.

Setelah acara ramah tamah basa basi, kami melanjutkan perjalanan ke Hotel Cambodiana, sekitar 20 menit dari airport. Perjalanan dari airport ke hotel unik, kenapa? Lajur mobil seperti Eropa, sebelah kanan, banyak motor, banyak pengendara motor tanpa helm, satu motor bisa 5 (lima) orang, banyak mobil mewah, dari Hummer hingga Prado. Suasana kota yaah mirip Bekasi, Cianjur gitu deeh atau bagi yang udah lebih lama di Jakarta menganggap Phnom Penh seperti kota Jakarta tahun 1970an. Hotel mewah nan sejuk ber-ac menjadi penginapan kami selama satu minggu dari kamar 401-444 dan 509.

Coba panggung di Chaktomouk Convention Hall yang hanya 5 menit dari hotel menggunakan kendaraan dijadwalkan tanggal 22 Agustus 2008, kami dari pkl. 10.00 hingga GR pkl. 19.30 sudah di gedung Chaktomouk. Chaktomouk sendiri artinya empat muka, yang menurut orang setempat dinamakan begitu karena patokan dari Angkor Thom dimana empat muka ini adalah pengejawantahan Raja Jayawarman VII. Atau juga pengertiannya adalah Chaktomouk Convention Hall ini tepat di tepi Sungai Mekong dan tepat aliran yang melewati gedung ini merupakan perempatan dari anak sungai Mekong. Tanggal 23 Agustus, semenjak sore semua panitia yang notebene orang-orang KBRI super sibuk mengingat protokol dari kerajaan juga yang mengatur. Raja Norodom Sihamoni akan hadir menyaksikan pertunjukan Indonesian Night 2008. Protol kerajaan menyiapkan, kursi, meja, dan panggung kecil khusus untuk duduk sang raja di depan semua kursi yang ada dan letaknya lebih tinggi dari kursi lain.

Teng! Tepat pkl. 18.30 iringan mobil kerajaan datang...dan mercedez hitam berhenti tepat di depan pintu masuk teater, maka munculah Raja Sihamoni yang disambut oleh Pak Eko, Pak Guruh Sukarno Putra (selaku komisaris Kinarya GSP, dan sahabat karib raja), menteri kebudayaan Kamboja, Princess Buppha Devi (kakak Raja Sihamoni). Mereka beriingan masuk ke gedung. Setelah raja bersalaman dengan para dubes, tamu VIP, relasi kerajaan, maka dimulailah acara Indonesian Night 2008.

Tarian pertama adalah tarian Lambang Sari, musik, lirik, koreografi oleh Guruh Sukarno Putra. Tarian ini diciptakan dan dipersembahkan untuk Raja Sihamoni dan simbol persahabatan Indonesia Kamboja. Tarian yang berunsur dari bedhaya, legong, ini dibawakan oleh 7 penari wanita dan berdurasi selama 10 menit. Tarian yang dibawakan adalah: 1. Lambang Sari 2. Legong Jobog 3. Oleg Tambulilingan 4. Indonesia Jaya 5. Welcome To Indonesia 6. Gairah Teruna 7. Seri Sumatera 8. Gita Asmara 9. Jaipong 10. Kangkung Bandung 11. Manuk Dadali 12. Baris Tunggal 13. Gandrung 14. Dunia Indonesia

Acara berlangsung sukses selama dua hari, Princess Buppha Devi hingga datang kembali untuk show hari kedua yaitu tanggal 24 Agustus. Jumlah kapasitas ruangan adalah 546 kursi, habis terisi semua, banyak yang berdecak kagum akan tarian-tarian yang tidak monoton, unik, ekspresif dan lincah. Banyak berpikir akan membosankan, ternyata berbeda sekali! Malahan hari kedua penonton tidak beranjak dari kursi mereka terus berdiri dan akhirnya meminta foto bersama penari. Sungguh luar biasa!! Kami sempat mengunjungi The Killing Field, Genocide Museum Toul Sleng (former Khmer Rouge S 21 Prison), Pasar Rusia. Kembali ke tanah air tanggal 26 Agustus dengan MI 622 tujuan Singapore, yang dilanjutkan dengan SQ 962 tujuan Jakarta. Oh ya sebelum kami pulang, KBRI mengadakan makan malam bersama dan pemberian bingkisan dari Ibu-ibu Dharma Wanita Phnom Penh.

Pelepasan kami diadakan di VIP Room bandara oleh Pak Eko, Pak Rwitomo, Ibu Novi, Pak Yanto, Pak Ichwan dan lain-lain. Sambil menunggu proses check in saya pun tak segan meminum susu kedelai he he he....(rfn/26/08/08 10.55pm)

*silahkan mengunjungi juga http://ficanoe.multiply.com finale


Posted at 01:21 pm by fic_cano - Make a comment  

Wednesday, January 16, 2008

TK, SD, SLTP, SMU St. Aloysius

Judul di atas menggambarkan jenjang pendidikan yang saya tempuh dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah umum. Anehnya gak ada rasa bosan hampir 12 tahun sekolah di tempat yang sama, emang sih tanahnya super luas dan lebar dan gede banget.

Tapi apa ya, seperti ada magnet tersendiri untuk tetap bersekolah di situ. Begitu menginjak SD dikenalkan dan diwajibkan membawa melodion aka pianika setiap hari selasa. Menginjak SLTP mulai bergabung di marching band, megang wind instrument baritone hingga sempat nyumbang pikiran untuk buat gerakan anak color guard di acara MG, malam gembira.

Terkadang suka senyum sendiri lihat foto-foto koleksi pribadi atau lihat dari friendster, tentang Aloysius, yang sering disingkat aloy. Berhubung saya sudah tinggal di Jakarta, makanya tiap ke Bandung ada ritual tersendiri untuk memutari dan masuk ke sekolah apalagi kalau sabtu atau minggu makin agak lama karena lihat latihan marching band. Otomatis suka pengen ikutan sebentar yah satu atau dua lagu. Banyak sekali perbedaan yang terlihat semenjak saya meninggalkan aloy tahun 2000.

Uniknya penjaja makanan di luar sekolah masih aja tetap ada dari, batagor, gorengan, lumpia basah, nasi gudeg, kue mang cihuy, bandros ampe ambo kueh. Oh ya gak ketinggalan juga charlie burger, yang terkenal dengan garlic bread dan milkshakenya. Dulu rumah-rumah depan aloy masih menyediakan kos-kosan untuk anak-anak yang berasal dari luar Bandung, sekarang banyaknya jadi outlet-outlet yang gak jelas juntrungannya.

Berikut copy dari http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/belia/220205/03sekolah01.htm SMU Santo Aloysius:

Sekolah T-O-P We are T-O-P. Saint Aloysius, OK! We are T-O-P. Saint Aloysius, OK! Itulah yel-yel sekolah yang bernama SMU Santo Aloysius yang juga dikenal dengan nama Taruna Ogha Pravritti (jiwa muda yang harus maju terus). Nah, Belia mau cerita pengalaman waktu nyambangin sekolah yang berlokasi di Jln. Sultan Agung no. 4 Bandung ini. Dari luar, kompleks sekolah yang terdiri dari TK, SD, SMP, dan SMA ini nggak terlihat besar. Tapi begitu masuk, dang! Luas banget! Di dalam sekolah ini ada dua kolam renang, satu lapangan bola, dua lapangan basket, dan dua lapangan voli! Belum lagi aula dan kelasnya.

Bagaimana dengan kegiatan para siswanya? Well, yang pasti SMA Aloy itu ekskulnya banyak banget. Di bidang olah raga ada sofbol, bola voli, bola basket dan taekwondo. Sofbol Aloysius punya Trisya, slugger terbaik tingkat SMU se-Jabar. Di bola basket, tim cewek Aloy menang di final Hexos Extravaganza Cup lalu (7/2) sekaligus memegang gelar juara bertahan tiga kali.

Selain olah raga, Aloy punya ekskul lain kayak sains, seni rupa dan desain, Alpha (fotografi), Samanta (pecinta alam), Paskibra, Pramuka, TOP DBC (marching band), TCC (komputer), PMR, Gita Bahana (semacam choir), dan conversation club. Aloy juga punya beberapa acara rutin tahunan, Malam Gembira, Pendalaman Ilmu Hidup di Gambung, dan Kompetisi Olah Raga (KOR). Malam Gembira (MG) yang berlangsung tiap hari Rabu sampai Sabtu dalam satu pekan setahun sekali ini adalah acara pentas apresiasi seni tahunan yang jadi andalan. Lewat MG inilah alumni Aloy macam Gail (Yovie and the Nuno), Marcell, Alford the Magician mengasah kreativitasnya.

Selain acara rutin tahunan, Aloy juga punya kegiatan yang bernama Pekan Ilmiah. Kebetulan nanti bakal digelar pada tanggal 2-5 Maret. Acaranya adalah Lomba Sains Aloysius untuk SMU se-Jabar dan lomba bursa saham. Idenya didapat dari banyaknya Belia di Aloy yang sering mengirim pertanyaan untuk kuis Galileo (SCTV).

Serangkaian dengan kegiatan ini akan diadakan pula pameran pendidikan yang menampilkan hasil karya terpilih, lengkap dengan info perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Di SMU St. Aloysius juga ada praktikum mandiri di luar jam pelajaran. Ada yang berhasil membuat pesawat terbang mini dan robot. Nggak melulu soal teknik, praktikum sosial di bidang budaya dan bahasa juga ada. Selain itu, setiap kelas wajib melakukan bakti sosial setidaknya setahun sekali.***


Posted at 09:30 pm by fic_cano - Comments (3)  

Friday, May 11, 2007

Phantom of The Opera

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Posted at 01:12 pm by fic_cano - Comment (1)  

Nonton Phantom of The Opera

Shades akhirnya setelah menunggu satu tahun saya berangkat juga ke Singapura untuk menyaksikan Phantom of The Opera..... i am your phantom............phantom of the opera......haaaaa haaaaa.....haaaaaa..ha...........


Yah
akhirnya saya terbang ke Singapura untuk menyaksikan Phantom of The Opera yang sangat terkenal itu. Hmmm biasa hanya mendengarkan di cd atau nonton versi layar lebar, yang sangat berbeda jauh dengan versi play. Versi film lebih lamban alur ceritanya dan bertele-tele...contoh seperti adegan pembuka ketika lelang, kalau versi play hanya sebentar kemudian lampu chandelier langsung naik dengan iringan overture dan kilatan lampu dan ledakan kembang api.

Tapi sayangnya pemeran christine masih terlalu main di vibrasi suara, masih terlalu opera klasik kurang ngepop....dan ada diskon pada adegan di atap, di mana menyanyikan all i ask of you, semestinya si raoul menyanyi hingga pada refrein yang disambung oleh phantom, yang ini nggak baru satu bait udah duet dengan christine, dan pernyataan ini dibenarkan temanku yang sudah menonton phantom di London.

Ada adegan keren ketika christine memasuki cermin, ketika dia dihipnotis oleh phantom, mereka berjalan menuju bawah tanah dan adegan terkenal ketika di perahu. Mendadak panggung menjadi penuh dry ice, lilin muncul dari bawah panggung, termasuk ada dua lilin yang muncul dari bawah namun ketika makin mencuat ke atas makin melebar dan membesar..... insolent boy this slave of fashion
basking in your glory ignorant fool this brave young suiter sharing in my triumph...................

Oh
ya, si lampu jatuh ketika perpindahan act 1 ke act 2...jadi istirahat dulu selama 10 menit sambil minum wine hehehe....

Pada adegan penutup, ada hal yang ajaib juga, ketika si phantom sudah ditinggal christine dan raoul, phantom duduk di sebuah kursi besar dan menutupi dirinya dengan kain hitam, dan ketika ada wanita dan rombongan datang ke tempat tersebut.....si wanita tersebut menarik dan membuka tutupan kain itu dan ternyata si phantom sudah tidak ada....padahal lekuk tubuh si phantom masih terlihat dikain tersebut, hebat!!!!


Posted at 12:52 pm by fic_cano - Make a comment  

Thursday, May 03, 2007

Negara Kim Il Sung dan Kim Il Sunghwa

Perjalanan dimulai pada hari Minggu 8 Mei 2007 penerbangan malam dengan SQ. Transit selama 3 jam di Singapura, dan dilanjutkan dengan penerbangan ke Beijing pada pukul 1 dini hari. Perjalanan selama 6 jam diselesaikan dengan mendaratnya di Beijing tanggal 9 April pukul 10 siang.

Banyak reklame yang menunjukan siapnya Negara tersebut untuk Olimpiade 2008, seperti sedang dibangunnya kembali airport baru yang lebih besar dan megah. Beberapa sarana transportasi yang lebih modern. Ada beberapa hal teknologi yang harusnya diterapkan di Indonesia, seperti lampu penerangan jalan, lampu stopan jalan dengan tenaga surya. Udara di Beijing sudah cukup hangat, namun angin dingin masih suka mengalir menembus kulit.

Sarapan di salah satu restoran canton di pinggir lapangan tian nan men. Namun sayang tidak ada waktu lebih untuk melihat di lapangan tersebut, karena waktu yang sudah cukup mendesak, maka hanya mengitari saja. Setelah kembali ke airport, barang disiapkan kembali untuk check di counter air koryo. Penerbangan dilanjutkan dengan Air Koryo yang terbang pukul 15.00 waktu Beijing. Dan mendarat di Pyongyang pukul 18.00, perbedaaan Indonesia dan Pyongyang adalah lebih cepat Pyongyang 3 jam. Suhu udara berkisar 6- 20 derajat celcius.

Angin dingin menyambut rombongan ketika berjalan menuju airport, dan ketatnya pengawalan lengkap dengan senjata. Sampai imigrasi semua alat komunikasi harus dititpkan di imigrasi, karena tidak diperbolehkan masuk ke Pyongyang, seandainya pun lolos pasti tidak akan ada sinyal. Dengan sedikit berat hati handphone dititipkan di sebuah kantong kresek putih. Perjalanan dari airport ke hotel memakan waktu 45 menit, selama perjalanan hanya melihat apartemen gelap, jalanan sepi, kalau pun ada hanya segelintir orang yang berjalan kaki. Jarang sekali menemukan mobil yang lalu lalang, tidak ada sepeda motor!!

Bermalam di hotel yanggakdo, hotel yang cukup unik karena terletak di pulau kecil tersendiri, dikelilingi oleh sungai besar. Hotel setinggi 43 lantai dan ada restoran berputar.

Acara kali ini hanya diikuti oleh 33 negara, yang sebagian besar diikuti oleh Negara pecahan Rusia. Nama resmi negara ini adalah Choson Minchuchui Inmin Konghwa Guk, biasa disebut Choson. Atau dalam bahasa Inggrisnya Democratic People’s Republic of Korea. Populasi penduduk Pyongyang 3,17 juta jiwa. Bahasa resmi mereka adalah bahasa Korea.

Negara yang selama ini selalu tertutup dari hubungan luar negeri, akhirnya dapat dimasuki negara lain. Bapak bangsa mereka atau pemimpin negara pertama mereka Kim Il Sung membuka The April Spring Friendship Art Festival pada tahun 1982 yang mengundang banyak negara untuk berpartisipasi. Acara yang diadakan lebih dari seminggu ini, sekaligus memperingati hari lahirnya Kim Il Sung pada 15 April atau biasa disebut The Day of The Sun. satu keunikan di Negara ini adalah bunga kebanggaan mereka yang dinamakan Kim Il Sunghwa, merupakan bunga anggrek ungu pemberian Presiden Sukarno, ketika Kim Il Sung berkunjung ke Indonesia pada tahun 1964.

Peristiwa yang cukup membuat saya kaget, ketika sedang jalan-jalan bersama teman untuk melihat kota, kami hendak menyebrangi jalan melalui tunnel penyebrangan jalan. Kami iseng-iseng saja memotret keadaan di dalam trowongan, tanpa disadari ada sesosok pria berbaju hitam menghampiri kami, dengan sedikit membentak dia menggiring kami berdua ke atas. Mendadak sontak dia mengintrogasi kami, untungnya kami menggunakan id card, begitu membaca id card kami. Dia mengusir kami ke arah lain dan memberitahukan dilarang memotret tunnel penyebrangan jalan. Untungnya kamera kami tidak disita atau memory card kami dihapus. Rombongan diundang makan malam di kedutaan besar Indonesia di Pyongyang beserta Ibu Dewi Sukarno yang turut hadir untuk menyaksikan pameran bunga (Kim Il Sungia&Kim Jong Ilngia Festival 2007).

Ada beberapa tempat yang monumental seperti Juche Tower adalah sebuah menara besar yang seperti Monas. Dibangun pada tahun 1982 untuk memperingati ulang tahun ke 70 Presiden “abadi” Kim Il Sung. Juche adalah paham ideologi mereka, berazaskan sosialisme. Tinggi menara Juche 170 meter.

Art of Triumph didirikan pada tahun 1982 tinggi bangunan 60 meter, panjang 50,1 meter, lebar 36,2 meter. Terletak di pusat kota Pyongyang.

Kim Il Sung Square.

International Friendship Exhibiton and Historical Ruins in Mount Myohyang, merupakan museum yang berisi souvenir milik Kim Il Sung dari kepala Negara di seluruh dunia, total barang yang ada lebih dari 300 ribu barang, termasuk pemberian dari Sukarno berupa kursi antik buatan Jepara.

Kamsahamnida, Anyonghi Kasipsio Korea!!!!

Foto-foto selama di Pyongyang:

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bunga Kim Il Sung atau Kim Il Sunghwa

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kim Il Sung

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Undangan

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Subway....

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Tunnel penyebrangan jalan

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Terminal Bus

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Shuttle bus di airport

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Airport ....

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kota Pyongyang dari arah hotel Yanggakdo

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Ayam bakar, tanpa saus....sausnya yaaaa kimchi..

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Polisi sebagai ganti lampu merah

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

opening ceremonial

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Beraksi....di Mount Myohyang

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Mount Myohyang

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

East Grand Theater Pyongyang

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Grand Theater Pyongyang

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Suasana Kota

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Suasana Kota...

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Suasana Kota...

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Vodka, sparkling water, wine

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

The Uncompleted Hotel


Posted at 03:06 pm by fic_cano - Make a comment  

Thursday, April 05, 2007

Foto Latihan

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Posted at 02:06 pm by fic_cano - Make a comment  

Spring Art Festival Pyongyang

Senang banget bias dipilih sebagai delegasi Indonesia untuk acara 25th Spring Art Friendship Festival di Pyongyang Korea Utara. Perwakilan Indonesia memilih Kinarya GSP untuk membawakan dan mengharumkan nama Indonesia di tanah Kim Il Sung.

 

 Tarian yang akan dibawakan, tradisional Indonesia, kontemporer ditambah dengan alunan merdu soprano ternama Indonesia Binu Sukaman. Keberangkatan dijadwalkan tanggal 8 April 2007 dengan Singapore Airlines pukul 20.15, transit di Singapura dang anti pesawat menunggu sekitar 4 jam, penerbangan tengah malam dilanjutkan ke Beijing. Sesampai Beijing akan dilanjutkan dengan sarapan pagi di Tian Nan Men Beijing, jalan-jalan sebentar dan berangkat dengan Korean Air pukul 17.00. Sesampai di Pyongyang pukul 19.00 dilanjutkan dengan penyambutan dan welcome party…..

 

Jadwal sementara acara baru diterima segitu dulu yang pasti ini pengalaman pertama ke negeri 4 musim dan gongnya adalah masuk Negara komunis yang jelas suatu pengalaman luar biasa. Bangga bias membawa nama Indonesia di sana, gak jauh dari kerjaan saya, dipilih untuk mendokumentasikan baik gambar diam atau gambar bergerak demi pemberitaan di Indonesia.

 

Selama ini setelah 2 kali Indonesia mengikuti acara tersebut tidak pernah ada kabar tersiar di tanah air cetak maupun elektronik. Pemerintah pun terlihat enggan dengan kegiatan seperti ini, bayangkan Indonesia akan kah selalu menjadi Negara dengan peserta paling sedikit? 15 orang?? Sedangkan Negara lain bias 500 orang?? Mereka untuk musik membawa orkestra sendiri bukan playback, dan biaya ditanggung pemerintah.

 




Posted at 01:44 pm by fic_cano - Make a comment  

Saturday, March 10, 2007

Gandrung Bali 2

Sebenarnya gak ada niatan bahas tentang tarian, akhirnya ngebahas juga lantaran baru sign up di youtube ama mulitply, ajakan mang dq heh he he ternyata manfaat banget.

Tarian Gandrung ada banyak sekali jenisnya, entah di Jawa atau Bali. Yah kebetulan lagi jalan ke Bali, dan lagi ada latihan disyut deh, ini aslinya milik Kinarya GSP tapi Anak Agung Gde Oka Dalem membuat sedikit perbedaan supaya tidak diklaim oleh Kinarya, yah pemilik dan pencipa Gandrung Bali ini sahabat dekat Oka Dalem, yah saling tukar menukar ilmu gitu deh. Oka Dalem sedikit banyaknya bantu kasih input masukan untuk tarian lain, atau melatih tari legong.

Jadi kalau ada waktu main ke Ubud Bali mampir deh ke Desa Peliatan dekat Gua Gajah, mereka ada pertunjukan rutin tiap Jumat pk 19.00. Tanya aja, mau ke Balerung yang belakang Puri Agung.....


Posted at 10:26 pm by fic_cano - Make a comment  

Gandrung


Posted at 10:24 pm by fic_cano - Comment (1)  

Next Page