|
Banyak reklame yang menunjukan siapnya Negara tersebut untuk Olimpiade 2008, seperti sedang dibangunnya kembali airport baru yang lebih besar dan megah. Beberapa sarana transportasi yang lebih modern. Ada beberapa hal teknologi yang harusnya diterapkan di Indonesia, seperti lampu penerangan jalan, lampu stopan jalan dengan tenaga surya. Udara di Beijing sudah cukup hangat, namun angin dingin masih suka mengalir menembus kulit. Sarapan di salah satu restoran canton di pinggir lapangan tian nan men. Namun sayang tidak ada waktu lebih untuk melihat di lapangan tersebut, karena waktu yang sudah cukup mendesak, maka hanya mengitari saja. Setelah kembali ke airport, barang disiapkan kembali untuk check di counter air koryo. Penerbangan dilanjutkan dengan Air Koryo yang terbang pukul 15.00 waktu Beijing. Dan mendarat di Pyongyang pukul 18.00, perbedaaan Indonesia dan Pyongyang adalah lebih cepat Pyongyang 3 jam. Suhu udara berkisar 6- 20 derajat celcius. Angin dingin menyambut rombongan ketika berjalan menuju airport, dan ketatnya pengawalan lengkap dengan senjata. Sampai imigrasi semua alat komunikasi harus dititpkan di imigrasi, karena tidak diperbolehkan masuk ke Pyongyang, seandainya pun lolos pasti tidak akan ada sinyal. Dengan sedikit berat hati handphone dititipkan di sebuah kantong kresek putih. Perjalanan dari airport ke hotel memakan waktu 45 menit, selama perjalanan hanya melihat apartemen gelap, jalanan sepi, kalau pun ada hanya segelintir orang yang berjalan kaki. Jarang sekali menemukan mobil yang lalu lalang, tidak ada sepeda motor!! Bermalam di hotel yanggakdo, hotel yang cukup unik karena terletak di pulau kecil tersendiri, dikelilingi oleh sungai besar. Hotel setinggi 43 lantai dan ada restoran berputar. Acara kali ini hanya diikuti oleh 33 negara, yang sebagian besar diikuti oleh Negara pecahan Rusia. Nama resmi negara ini adalah Choson Minchuchui Inmin Konghwa Guk, biasa disebut Choson. Atau dalam bahasa Inggrisnya Democratic People’s Republic of Korea. Populasi penduduk Pyongyang 3,17 juta jiwa. Bahasa resmi mereka adalah bahasa Korea. Negara yang selama ini selalu tertutup dari hubungan luar negeri, akhirnya dapat dimasuki negara lain. Bapak bangsa mereka atau pemimpin negara pertama mereka Kim Il Sung membuka The April Spring Friendship Art Festival pada tahun 1982 yang mengundang banyak negara untuk berpartisipasi. Acara yang diadakan lebih dari seminggu ini, sekaligus memperingati hari lahirnya Kim Il Sung pada 15 April atau biasa disebut The Day of The Sun. satu keunikan di Negara ini adalah bunga kebanggaan mereka yang dinamakan Kim Il Sunghwa, merupakan bunga anggrek ungu pemberian Presiden Sukarno, ketika Kim Il Sung berkunjung ke Indonesia pada tahun 1964. Peristiwa yang cukup membuat saya kaget, ketika sedang jalan-jalan bersama teman untuk melihat kota, kami hendak menyebrangi jalan melalui tunnel penyebrangan jalan. Kami iseng-iseng saja memotret keadaan di dalam trowongan, tanpa disadari ada sesosok pria berbaju hitam menghampiri kami, dengan sedikit membentak dia menggiring kami berdua ke atas. Mendadak sontak dia mengintrogasi kami, untungnya kami menggunakan id card, begitu membaca id card kami. Dia mengusir kami ke arah lain dan memberitahukan dilarang memotret tunnel penyebrangan jalan. Untungnya kamera kami tidak disita atau memory card kami dihapus. Rombongan diundang makan malam di kedutaan besar Indonesia di Pyongyang beserta Ibu Dewi Sukarno yang turut hadir untuk menyaksikan pameran bunga (Kim Il Sungia&Kim Jong Ilngia Festival 2007). Ada beberapa tempat yang monumental seperti Juche Tower adalah sebuah menara besar yang seperti Monas. Dibangun pada tahun 1982 untuk memperingati ulang tahun ke 70 Presiden “abadi” Kim Il Sung. Juche adalah paham ideologi mereka, berazaskan sosialisme. Tinggi menara Juche 170 meter. Art of Triumph didirikan pada tahun 1982 tinggi bangunan 60 meter, panjang 50,1 meter, lebar 36,2 meter. Terletak di pusat kota Pyongyang. Kim Il Sung Square. International Friendship Exhibiton and Historical Ruins in Mount Myohyang, merupakan museum yang berisi souvenir milik Kim Il Sung dari kepala Negara di seluruh dunia, total barang yang ada lebih dari 300 ribu barang, termasuk pemberian dari Sukarno berupa kursi antik buatan Jepara. Kamsahamnida, Anyonghi Kasipsio Korea!!!! Foto-foto selama di Pyongyang: Bunga Kim Il Sung atau Kim Il Sunghwa Kim Il Sung Undangan Subway.... Tunnel penyebrangan jalan Terminal Bus Shuttle bus di airport Airport .... Kota Pyongyang dari arah hotel Yanggakdo Ayam bakar, tanpa saus....sausnya yaaaa kimchi.. Polisi sebagai ganti lampu merah opening ceremonial Beraksi....di Mount Myohyang Mount Myohyang East Grand Theater Pyongyang Grand Theater Pyongyang Suasana Kota Suasana Kota... Suasana Kota... Vodka, sparkling water, wine The Uncompleted Hotel
|
| Leave a Comment: |